Kamis, 30 Mei 2013

Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada
PT.Astra International Tbk Periode 2007-2009






Di susun oleh kelompok VI

Irwan Mansyur Syah 10.61201.1765
Tohir 10.61201.1766
Ayu Widita Ika.S 10.61201.1600
Honny Fajrin 20.1221.50077
M. Hadi Sucipto 09.61201.1337
Ach. Faizhal 09.61201.1330




FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS MADURA TAHUN AJARAN
2013-2014
PENDAHULUAN

Sejak tahun 2008, banyak sekali negara yang mengalami krisis global termasuk Indonesia. Banyak perusahaan besar mengalami penurunan pendapatan usaha dikarenakan penurunan market power. salah satu contoh adalah PT Astra International Tbk, dimana tahun 2008 merupakan tahun yang membutuhkan antisipasi khusus, mengingat keadaan  ekonomi dan pasar otomotif yang diproyeksikan mengalami penurunan sebagai dampak krisis global yang mengakibatkan terjadinya krisis finansial. Dengan proyeksi seperti itu, PT Astra International Tbk  mengandalkan dua kekuatan utamanya untuk mengamankan pendapatan usaha di tahun 2009. Hal ini dikemukakan  http://issuu.com/epaper-kmb/docs/bjk03032011
Dalam annual report tahun 2009 yang menggambarkan kondisi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan suatu strategi dan perencanaan yang baik dalam menjalankan usaha agar tetap bertahan. Untuk itu seorang manajer perlu menganalisis laporan keuangan untuk mendeskriptifkan kondisi  perusahaan dan bagaimana perusahaan agar lebih efektif dan efisien.
Laporan keuangan merupakan salah  satu  alat yang digunakan oleh perusahaan dalam menggambarkan bagaimana kondisi keuangan  pada periode tertentu. Dengan demikian penilaian kondisi keuangan perusahaan dapat dilihat dari suatu  laporan  keuangan yang telah Akurat Jurnal Ilmiah Akuntansi No.3 Tahun ke-1 September-Desember 2010.
Diterapkan oleh perusahaan guna menghasilkan informasi yang berguna bagi smua pihak, baik pihak eksternal maupun pihak internal dalam pengambilan keputusan yang akan diterapkan oleh perusahaan tersebut. Bagi investor selaku pihak eksternal, laporan keuangan sangat berperan penting dalam memberikan gambaran mengenai aktivitas keuangan baik dalam kinerja keuangan  maupun operasi perusahaan. Salah satu hal yang dilihat oleh investor dalam  berinvestasi adalah kinerja keuangan perusahaan yang diukur dari laporan keuangan perusahaan.  Oleh karena itu perusahaan akan selalu mempublikasikan laporan keuangannya agar para calon investor dapat mengetahui bagaimana kinerja perusahaan dan prospek perusahaan tersebut ke depan. Dengan kata lain, sebuah laporan keuangan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para calon  investor saat melakukan investasi. Dalam perusahaan yang  listing di bursa efek laporan keuangan biasanya bersifat transparan atau dipublikasikan ke masyarakat selaku investor. Sedangkan pada pihak internal dapat mengidentifikasikan kelemahan-kelemahan yang ada pada suatu perusahaan sehingga dapat dengan segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelemahan yang ada dengan melakukan pengambilan keputusan mengenai strategi dan kebijakan-kebijakan yang akandiambil secara tepat guna dan mencapai sasaran.
aktivitas perusahaan selama tahun 2007-2009 sehingga penulis dapat mengetahui aktivitasaktivitas perusahaan  dilihat dari kinerja keuangannya, kelemahan-kelemahan aktivitas kinerja keuangan perusahaan, kebijakan-kebijakan perusahaan, dan berupaya memberikan simpulan dan saran dalam memperbaiki kinerja keuangannya di tahun berikutnya.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang akan menjadi pokok pembahasan, yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana analisis laporan  keuangan PT Astra  International Tbk  pada periode 2007-2009?
2. Bagaimana kondisi kinerja keuangan perusahaan serta perkembangannya selama periode 2007-2009?
3. Apa masalah yang timbul dari laporan keuangan perusahaan?
4. Bagaimana analisis laporan keuangan  untuk menilai kinerja keuangan PT Astra
International Tbk pada periode 2007-2009?
Penelitian yang dilakukan oleh  Bayu Januar Darmawan (2010) yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan PT Astra International Tbk periode 2007-2008” dengan menggunakan laporan keuangan sebagai data primer. Penilaian ini sangat penting dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan bagi para penggunalaporan keuangan diantaranya manajemen, investor, kreditur, bankers, dan pemerintah. Dari hasil penelitian dapat dilihat dari rasio likuiditas mengalami peningkatan, tetapiperusahaan tidak mampu membayar kewajiban jangka pendek karena nilai penjaminannya lebih rendah dari nilai hutangnya, dilihat dari tingkat profitabilitas perusahaan menghasilkan keuntungan yang cukup meningkat faktor ini bisa mempengaruhi kebijakan dan keputusan yang diambil khususnya dalam memberikan tingkat pengembalian yang cukup tinggi. Dilihat dari rasio pengelolaan aktiva perusahaan  bisa menggunakan sumber-sumber dananya sesuai dengan manfaat hal ini bisa dilihat dari semakin meningkatnya hasil penjualaan perusahaan.
Dilihat dari hasil rasio pengelolaan hutang (Leverage) menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan untuk menjamin hutang dengan pendanaan aktivanya yang semakin meningkat.Untuk membantu pihak-pihak eksternal dan internal dalam perusahaan,  sangatlah diperlukan suatu analisis terhadap informasi-informasi yang dapatmenginterpretasikan kondisi perusahaan agar dapat membantu pihak-pihak tersebut untuk mengambil keputusan.
Keputusan yang dihasilkan oleh pihak internal maupun eksternal sangat dituntut tingkat keakuratan yang tinggi terkait suatu kebijakan atau estimasi yang akan berdampak di masa depan. Dalam kaitannya dengan keandalan dan keakuratan informasi yang akan dianalisis, laporan keuangan merupakan alat yang sangat bagus untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan. Informasi pada laporan keuangan akan memiliki tingkat akurasi yang tinggi apabila dilakukan perbandingan dua tahun atau lebih sehingga analisis yang akan dilakukan dapat menggambarkan perusahaan secara terperinci. Tingkat akurasi ini sangat penting karena keandalan data atau informasi yang berasal dari laporan keuangan akan mempengaruhi secara langsung terhadap hasil analisis yang akan dilakukan.
Menurut Munawir  (2002:37), Analisis rasio adalah metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara indifidu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Dan analisis ini memiliki tujuan sebagai berikut:
Untuk mengetahui  lebih dalam perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
Untuk mengetahui cara pengelolaan dana perusahaan.
Untuk mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos dalam neraca dan laporan laba rugi. 


Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta dan karakteristik suatu perusahaan, yang dilakukan dengan mengidentifikasi masalah yang ada dan memecahkan masalah yang dihadapi.
Data-data yang dikumpulkan berupa Laporan Keuangan PT Astra  International Tbk tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Data-data tersebut kemudian digunakan penulis dengan Analytical Procedures untuk menganalisis laporan keuangan PT Astra  InternationalTbk dengan membandingkan setiap periode laporan keuangan menggunakan analisis rasio, analisis vertikal dan analisis horizontal.Ruang lingkup yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan periode tahun 2007 - 2009 pada perusahaan yang go public pada Bursa Efek Indonesia yaitu PT Astra International  Tbk meliputi laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi.
Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan lima variabel independen dan satu variabel dependen, yaitu:
1. Variabel bebas atau independen (X), terdiri dari:
a. Rasio likuiditas (liquidity ratio)  (X1)
b. Rasio solvabilitas (leverage ratio) (X2)
c. Rasio aktivitas  (activity ratio) (X3)
d. Rasio profitabilitas (profitability ratio) (X4)
2. Variabel tidak bebas atau dependen (Y), adalah kinerja keuangan PT Astra InternationalTbk periode 2007-2009.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Astra International Tbk yang berupa neraca dan laba rugi. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah data-data keuangan yang berupa neraca, laporan perubahan ekuitas dan laporan  laba rugi PT Astra International Tbk  tahun 2007-2009
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu berupa laporan keuangan tahunan perusahaan PT International Otoparts Tbk   dengan akhir tahun pembukuan pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, dan 2009 yang diperoleh dari  Indonesia Capital Market Directory (ICMD).
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Laporan  keuangan merupakan media yang penting untuk menilai prestasi serta kondisi keuangan perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat mengambil suatu keputusan yang penting bagi perusahaan.Hasil yang didapat oleh penulis adalah berdasarkan analisis terhadap laporankeuangan pada periode 2007 sampai dengan periode 2009, pada kelompok automotif yang telah go public yaitu PT Astra International Tbk.
Adapun metode yang digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah analisis horizontal (dinamis) dengan  menggunakan teknik analisis rasio yaitu teknik analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu, atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.Adapun Kinerja Perusahaan PT Astra International Tbk diukur berdasarkan Rasio Likuiditas  untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.
Rasio likuiditas terdiri dari:
a. Current Ratio
      Aktiva lancar

   Kewajiban lancar
Current ratio digunakan untuk mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek karena rasio ini menunjukan seberapa jauh tuntutan dari kreditor jangka pendek dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo utang. Current ratio dapat dihitung menggunakan rumus berikut :                      
Current Ratio =
                                                                       
b. Quick Ratio
Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Pada rasio cepat tidak diperhitungkan persediaan karena persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang sulit untuk segera dicairkan, salah satunya disebabkan karena sering terjadi fluktuasi harga. 
Quick ratio dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Kas+setara kas+surat berharga+piutang usaha

Kewajiban lancar
 
Quick Ratio =
                                                                                                                 
c. Collection Period
Rasio ini harus dibandingkan dengan pesaing untuk melihat apakah kredit yang diberikan, dan risiko pelanggan, sejalan dengan industri. Sebuah periode penagihan yang tinggi menunjukkan biaya yang tinggi  dalam penyaluran kredit kepada nasabah.
Collection Period dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
  Piutang rata-rata

   Penjualan + 360
 
Collection Period =

d. Days to Sell Inventory
       Persediaan rata-rata

Harga pokok penjualan + 360


Ukuran kinerja keuangan perusahaan yang memberikan investor gambaran berapa lama perputaran persediaan perusahaan menjadi penjualan. Umumnya, semakin rendah akanbaik berdampak kepada perusahaan. Days to Sell Inventory dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Days to Sell Inventory =                                                          


Rasio Solvabilitas
Rasio  solvabilitas (leverage ratio) untuk mengetahui sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dimodali oleh modal pinjaman. Rasio ini menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap modal maupun  assets, atau dengan kata lain kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya, baik utang jangka panjang.
Rasio solvabilitas terdiri dari :


a. Debt to Equity Ratio
       Total kewajiban
Ekuitas pemegang saham
Rasio ini menggambarkan perbandingan antara utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukan kemampuan modal sendiri perusahaan tersebut untuk memenuhi seluruh kewajibannya.  Debt to Equity Ratio dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Debt to Equity Ratio =                                                               

b. Long Term Debt to Equity Ratio
Kewajiban jangka panjang

Ekuitas pemegang saham
Rasio ini harus digunakan bersama dengan informasi keuangan lainnya untukmenentukan apa yang sesuai. Sebuah perusahaan mungkin menguntungkan baikdisajikan untuk mengambil utang baru dalam rangka meningkatkan keuntungantambahan. Long Term Debt to Equity Ratio dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Long Term Debt to Equity Ratio =                                                           

c. Times Interest Earned
Laba sebelum pajak dan beban bunga

Beban bunga
Rasio ini digunakan untuk   menunjukkan sejauh mana yang laba yang tersedia untuk memenuhi pembayaran bunga. Times Interest Earned dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Times Interest Earned =
                                                                                                                    
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas  (activity ratio) untuk mengukur kecepatan dan efektivitas perusahaan dalam mengelola assets. Rasio aktivitas terdiri dari :
a. Cash Turnover
Rasio ini berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.  Cash Turnover  dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Penjualan

Rata-rata kas dan setara kas
Cash Turnover =                                                       

b. Account Receivable Turnover
    Penjualan

    Rata-rata piutang usaha
Jumlah rata-rata waktu yang diperlukan bagi  suatu usaha untuk mengumpulkan pada surat piutang. Hal ini dihitung dengan mengalikan jumlah piutang usaha dengan jumlah hari dalam suatu periode tertentu dan membagi ke dalam jumlah total penjualankredit.Perputaran piutang  usaha adalah cara untuk menentukan  bagaimana risiko kredit bisnis dibandingkan dengan pesaingnya.  Account Receivable Turnover dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Account Receivable Turnover =

c. Inventory Turnover
Rasio perputaran persediaan mengukur efisiensi pengelolaan persediaan barang dagang. Rasio ini digunakan untuk menilai efisiensi operasional yang memperlihatkan seberapa baiknya manajemen mengontrol modal yang ada pada persediaan.  Inventory Turnover
Harga pokok penjualan

   Rata-rata persediaan
dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
Inventory Turnover =                                                  
d. Working Capital Turnover                                          
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan. Modal kerja tersebut terdiri dari pengurangan antara aktiva lancar dan utang lancar. Working Capital Turnover dapat
Penjualan

   Rata-rata model kerja
dihitung menggunakan rumus berikut :
Working Capital Turnover =                                                       

e. Fixed Asset Turnover                                                               
Penjualan

Rata-rata Aktiva tetap
Rasio ini mengukur efektivitas penggunaan dana yang tertanam pada harta tetap seperti pabrik dan peralatan dalam rangka menghasilkan penjualan, atau beberapa rupiah penjualan bersih yang dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvetasikan pada aktiva tetap. Fixed Asset Turnover dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Fixed Asset Turnover =                                                           

f. Total Asset Turnover
Penjualan

Total aktiva
Rasio ini menunjukan efektivitas penggunaan seluruh  assets perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau menggambarkan beberapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Jika perputaranya lambat, ini menunjukan bahwa aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan untuk menjual. Total Asset Turnover dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Total Asset Turnover =                          
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas (profitability ratio) untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio profitabilitas terdiri dari :
a. Gross Profit Margin
Penjualan – harga pokok penjualan

penjualan
Margin yang mengukur tingkat keuntungan kotor perusahaan. Semakin tinggi margin laba kotor perusahaan, semakin bagus, karena itu artinya biaya produksi perusahaan itu rendah. Sebaliknya, semakin rendah margin laba kotor semakin tinggi biaya produksi yang ditanggung perusahaan. Gross Profit Margin dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Gross Profit Margin =

b. Operating Profit Margin
Laba operasi

penjualan
Rasio ini mengukur tingkat keuntungan  perusahaan dari kegiatan operasi utamanya.Semakin tinggi margin laba operasi perusahaan, semakin bagus perusahaan itu. Operating Profit Margin dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Operating Profit Margin =                            

c. Pretax Profit Margin
Laba sebelum pajak

penjualan
Rasio mengukur tingkat keuntungan sebelum pajak. Semakin tinggi margin laba sebelum pajak maka pajak yang dibayarkan akan semakin tinggi namun semakin tinggi laba sebelum pajak ini berdampak positif terhadap perusahaan.  Pretax Profit  Margin dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Pretax Profit Margin =        
d. Net Profit Margin
Rasio menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba bersih (penjualan dikurangi semua biaya dan  pajak). Semakin tinggi margin laba bersih semakin bagus karena itu berarti perusahaan mampu mencetak tingkat keuntungan yang tinggi.
Laba bersih

penjualan
Diharapkan, ia juga bisa membagikan dividen yang tinggi pula untuk pemegang saham.Net  Profit Margin dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Net Profit Margin =                               

e. Return on Assets
Laba bersih + beban bunga (1 – tarif pajak)

Total aktiva
Rasio yang mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Return on Asset dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Return on Assets =                                                                                    

f. Return on Equity
Kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia untuk pemegang saham.
Laba bersih

Total ekuitas pemegang saham
Semakin tinggi ROE semakin bagus perusahaan tersebut. Return on Equity dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
Return on Equity =                                                            




REFERENSI
Belkaoui, Ahmed, dkk. 2004. Teori Akuntansi. Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.
Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta : UPPAMP YKPN.
Harahap, Sofyan, Syafri. 2002.  Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi Satu, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hartono, Jogiyanto. 2007.  Metodologi Penelitian Bisnis : Salah Kaprah dan Pengalamanpengalaman. Yogyakarta : BPFE.



KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan Ridho dan karunia-Nyalah serta kerja keras yang telah dilakukan oleh penulis, akhirnya tugas Perekonomian Indonesia dengan membuat Kliping dapat terselesaikan dengan baik. Dan tak lupa kami haturkan shalawat serta salam kepada Baginda Besar Nabi Muhammad saw. beserta  sahabat dan keluarganya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus  yang telah memberikan izinnya, Dosen mata kuliah Perekonomian Indonesia, serta teman-teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas  ini. Tanpa mereka semua tugas ini tidak ada apa-apanya. Semoga tugas  ini dapat bermanfaat di kemudian hari.


pamekasan, April 19 2013
Penulis









Text Box: i
 
Daftar Isi

JUDUL............................................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
WASKITA GO PUBLIC................................................................................... 1
DELAPAN PBI DI TERAPKAN..................................................................... 2
BBM BISA NAIK TANPA IZIN DPR............................................................ 3
INDONESIA SIAP GESER ITALIA............................................................... 4
RASKIN KIAN MENUMPUK......................................................................... 5
KERAMIK SORTIRAN BANJIRI SUMENEP............................................... 6
PEMBENTUKAN KOMISI GARAM TAK JELAS........................................ 7
PROYEK MERAH PUTIH DI ( PABRIK GULA ) PG GLENMORE.......... 8
DPR SERAHKAN BOEDIONO KE KPK...................................................... 9
JAKSA AGUNG DISEBUT DALAM REKAMAN SUAP PROYEK PON. 10









Text Box: ii
 
WASKITA GO PUBLIC

            Saat investor gothering di hotel shongri - LA surabaya kemarin dari perwakilan Waskita Karya (Persero) mewakili BUMN perusahaan yang amat begitu besar dan mempublik keseluruh dunia, ini dengan Core Busness Infra struktur itu mengincar dana segar dari penawaran saham perdana (IPO) sebesar Rp. 1.2 Triliun. Masalahnya 60 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja yang bersifat permanen dan sisanya akan di pakai untuk pengembangannya usahannya tersebut. Terus bagaiman langkah selanjutnya jika indonesia selalu melakukan tindakan semacam itu, bisakah pemerintah meminimalisir dengan terjadinya seperti hal tersebut.














DELAPAN PBI DI TERAPKAN

Direktur eksekutif departemen penelitian dan pengaturan perbankkan mulya siregar mengatakan, otoretas moneter telah merampungkan setidaknya delapan peraturan bank indonesia (PBI) baru yang siap untuk di implementasikan pada awal 2013 yaitu demi menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), bank indonesia (BI) memperketat sistem perbankkan, khususnya dalam sistem  hal permodalan bank. Pengetatan itu dilakukan untuk menguatkan ketahanan dan daya saing perbankkan di masa depan. Dalam peraturan yang di turunkan dari arsitektur perbankkan indonesia ini nantinya akan muncul bank yang akan bisa memenuhi kualifikasi bank ASEAN.jadi bank-bank tersebut dapatmelakukan ekspansi ke 10 negara di ASEAN.
Adapun paparandari kegiatan usaha bank dalam PBI multiple license, yaitu 4 bagian :
1)      Bank umum kelompok usaha (buku) I dengan modal inti RP> 100 miliar hingga kurang dari Rp. 1 triliun
2)      Buku II dengan modal inti Rp. 1 triliun kurang dari Rp. 5 triliun
3)      Buku III dengan modal inti Rp. 5 triliun hingga kurang dari Rp.30 triliun
4)      Buku IV dengan modal inti mulai Rp. 30 triliun ke atas.







BBM BISA NAIK TANPA IZIN DPR

Mentri keuangan Agus Marto Wardojo mengakui dalam UU APBN 2013, memang terdapat klausul yang memungkinkan pemerintah menaikkan harga BBM jika terjadi perubahan pada asumsi makro, itu ada dalam pasal 8 ayat 10 berikut bunyinya klausul tersebut, belanja subsidi “ belanja subsidi sebagaimana di maksud dalam ayat 1 dan 2 dapat di sesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan untuk menantisipasi devisiasi realisasi. Jika di cermati klausul tersebut jauh lebih longgar jika di bandingkan dengan pasal 7 ayat 62 dalam UU APBN 2012 yang juga bersama-sama memberikan opsi kewenangan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM, namun syarat yang lebih ketat dan spesifik. Menurut agus, pasal 8 ayat 1 UU APBN 2013 memang di perlukan agar pemerintah bisa lebih fleksible dalam menjalankan APBN, jadi jika pemerintah selalu menaikkan BBM tanpa kesepakatan DPR maka danpaknya akan semakin krisis pada masyarakat bawah, maka dari itu sebelum pemerintah melaksanakan tindakan penaikan BBM harus melalui persetujuan DPR.










INDONESIA SIAP GESER ITALIA

Indonesia bisa dikatan maju lebih dari 88 persen dari negara italia dari segi perindustrian perhiasan, Chief Marketing officer PT.UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA (UBS).
Catur limas mengatakan, produk perhiasan dalam negeri diterima pasar internasional sejak 15 tahun terakhir.
Indonesia siap menggantikan posisi italia sebagai kiblat perkembangan industri perhiasan dunia. Persiapan tersebut di dukung  dengan diterimanya produk-produk kreatif perhiasan lokal di pasar international. Misalnya di tlongkok, india, timur tengah sampai amerika latin, nah untuk itu antar pabrikan perlu merapatkan barisan serta meningkatkan kulitas dan inovasi desain.












RASKIN KIAN MENUMPUK

            Jatah raskin sejak Januari 2013 belum ditebus karena akibat pengurangan pagu raskin beberapa waktu lalu, sehingga kades khawatir menjadi penyebab konflik di desanya. Anggota komisi A DPRD Sumenep Darul Hisyam mengatakan, jika masih ada kepala desa yang enggan menebus raskin, itu berarti salah satu pembangkangan terhadap keputusan pemerintah pusat.
Sebab bantuan raskin tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat secara nasional. Jadi alasan kepala desa khawatir terjadi masalah di desanya, itu bukan merupakan alasan rasional bagi pemerintah pusat. Parahnya lagi, pada periode Juni sampai Desember jumlah raskin yang tridak ditebus justru lebih banyak sehingga beras tersebut menumpuk di gudang Perum Bulog.
Karena dari itu saya menyayangkan sikap kepala desa yang enggan menebus raskin padahal beras tersebut sudah seharusnya didistribusikan kepada penerimanya sesuai waktu yang ditetapkan.










KERAMIK SORTIRAN BANJIRI SUMENEP

Kota Sumenep adalah salah satu kota yang terletak di ujung pulau Madura. kota Sumenep cukup luas dan bermacam bentuk usaha ekonomi menengah di dalamnya dengan segmen pasar yang cukup diminati oleh masyarakat dengan harga terjangkau dan merakyat. Diantaranya adalah toko keramik sortiran yang terletak di JL. Tengku Umar Sumenep.
Meski demikian hanya ada tiga pengusaha keramik sortir di Sumenep, hal ini cukup signifikan melihat minat masyarakat karena belum ada persaingan bentuk usaha ini yang begitu ketat sehingga dapat menguntungkan pengusaha di jalur ekonomi rakyat yang mayoritas perekonomiannya masih berada di kelas ekonomi menengah ke bawah.
Keramik sortiran ini adalah hasil dari pemilahan dari pabrik yang tergolong keramik cacat produksi atau produksi tidak sempurna. Oleh karena itu para pengusaha menengah memanfaatkan untuk dijual kembali sebagai keramik sortiran namun bagus secara fisik.










PEMBENTUKAN KOMISI GARAM TAK JELAS

Komisi B DPRD sumenep rupanya mulai menemukan jalan buntu, untuk membangun pembentukan komisi garam, dikarenakan masih banyaknya tugas yang harus diselesaikan, namun masyarakat sumenep ngotok dan bahkan melakukun aksi unjukrasa dan diperkuat dengan desakan organisasi atau forum pemberdayaan yang berkaitan dengan garam kemarin.
Dengan adanya aksi tersebut jajaran komisi B DPRD sumenep mendatangi kementrian perekonomian untuk membicarakan pembentukan komisi garam. Namun, rupanya komisi garam itu hanya menjadi wacana belaka.
Menanggapi hal itu, wakil ketua komisi B DPRD sumenep Dwita andriani menegaskan jika pembentukan komisi garam akan terus dilakukan. Bahkan, pihaknya berjanji segera merumuskan langkah-langkah pembentukannya.












PROYEK MERAH PUTIH DI ( PABRIK GULA ) PG GLENMORE

Sekarang dengan peralatan yang lebih modern dan canggih yang menggunakan sistem karbonatasi, mesin ini dirancang agar petani agar dapat langsung melihat berapa rendemen tebu yang diproses menjadi gula.
Direktur produksi PTPN XII soewarno menambahkan on farm-nya dikerjakan oleh PTPN XII, sedangkan off fram dipegang oleh PTPN XI yang lebih berpengalaman PG Glenmore akan menyerap tenaga kerja 5 sampai 8 ribu orang.
Mereka bergabung untuk membuat pabrik gula baru, tidak hanya itu, pengerjaan konstruksi pun mengandalkan potensi dalam negeri. Pembuatan pabrik gula (PG) ini adalah keroyokan antara PTPN III,  PTPN XI dan PTPN XII, dan itu adalah Proyek Merah Putih.
Pengerjaan konstruksi pabrik maupun produksi konsumen menyinnya mengandalkan BUMN serta swasta lokal. Mereka yang dilibatkan mewujudkan PG tersebut adalah PT Barata Indonesia di bidang produksi komponen mesin, sedangkan badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT), dan PT Indocode adalah (konsultan ahli gula).









DPR SERAHKAN BOEDIONO KE KPK

Kasus yang tak pernah usai pada Bank Century sejak tahun 2012 hingga 2013 belum selesai titik permasalahannya, dikarenakannya terlalu banyak sikap-sikap fraksi dalam kasus ini, namun asumsi DPR saat ini adalah Boediono yang di duga malakukan fraksi dalam kasus pada Bank Century.
Maka dari itu DPR menyerahkah Boediono ke badan KPK, ketua fraksi PDIP puan maharani menegaskan, sebaiknya kasus Century diselesaikan lebih dulu di KPK. Namun ketua PDIP menolaknya dan tidak ingin ikut campur dalam pemprosesan kasus Century tersebut.
Terus bagaimana langkah selanjutnya pemerintah agar permasalahan pada Bank Century ini bisa di minimalisir, mengapa tidak ditindaklanjuti permasalah pada Bank Century tersebut, kurangnya kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap kasus Bank Century akan membuat semua para koruptor akan semakin merajalela.











JAKSA AGUNG DISEBUT
DALAM REKAMAN SUAP PROYEK PON

Meraknya koruptor di indonesia semakin merajalela dari tingkat bawah hingga tinkat atas, tak heran jika semua orang melihat uang akan biru matanya, apalagi bukan jumlah yang sedikit, terkait dengan nama panggilannya Basrief, yang di duga ada main suap menyuap pada sebuah proyek PON Riau, di sidang di pengadilan negeri pekan baru lalu.
Dalam sidanng tersebut, JPU KPK menghadirkan beberapa saksi. Di antaranya, ramli walid, iwa sirwani bibra, bambang pemungkas, dan adji satmiko. Ramli membenarkan pertemuan dengan beberapa pejabat, pertemuan tersebut diduga terkait dengan persiapan proyek PON Riau , lukman menyatakan tidak tahu – menahu mengenai aliran dana suap Rp.1 miliar tersebut, (Kapuspenkum) kejagung setia untung ari muladi mengatakan, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.